Kegiatan seminar dengan tema “Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak” telah berhasil dilaksanakan sebagai bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, serta kesiapan para pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara optimal di satuan pendidikan.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari guru PAUD, tenaga pendidik, mahasiswa, hingga pemerhati pendidikan anak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh anggota HIMPAUDI se-Kabupaten Dharmasraya, yang menunjukkan tingginya antusiasme dan kepedulian terhadap transformasi pendidikan, khususnya dalam penerapan pembelajaran yang berpusat pada anak serta penguatan literasi digital di era saat ini.
Acara dibuka oleh pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan komunikatif, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak penyelenggara yang menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran di era Kurikulum Merdeka. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan inovasi dalam dunia pendidikan yang memberikan ruang lebih luas bagi peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi, minat, dan bakatnya. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mampu berperan sebagai fasilitator yang menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Kegiatan inti seminar menghadirkan narasumber yang merupakan dosen Program Studi PGPAUD Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Estuhono, M.Pd selaku asesor Sekolah Dasar (SD), Sri Yunimar Ningsih, M.Pd selaku asesor PAUD, serta Dr. Fitria Sari, M.Pd sebagai fasilitator Sekolah Penggerak. Para narasumber menyampaikan materi secara komprehensif terkait konsep dasar Kurikulum Merdeka, prinsip pembelajaran yang berpusat pada anak, serta strategi implementasi yang dapat diterapkan secara nyata di satuan pendidikan.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa pembelajaran yang berpusat pada anak tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis. Narasumber juga menyoroti pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAUD, yang memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk mengembangkan potensi anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
Selain itu, penguatan literasi digital menjadi perhatian utama, mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut pendidik untuk lebih adaptif dan inovatif. Melalui kegiatan ini, guru-guru yang tergabung dalam HIMPAUDI yang sebelumnya belum memahami secara mendalam terkait Kurikulum Merdeka dan literasi digital, memperoleh wawasan baru melalui pemaparan asesor. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Para narasumber juga membagikan berbagai praktik baik (best practices) yang dapat dijadikan referensi oleh para pendidik, khususnya dalam mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kebutuhan anak. Hal ini memberikan wawasan baru bagi peserta dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.
Kegiatan seminar semakin interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara dinamis. Peserta menunjukkan partisipasi aktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan. Diskusi ini menjadi wadah refleksi bersama sekaligus sarana untuk menemukan solusi yang aplikatif.
Secara keseluruhan, kegiatan seminar ini berlangsung dengan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi para peserta. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan motivasi serta kepercayaan diri pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada anak, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital.
Diharapkan melalui kegiatan ini, para pendidik, khususnya anggota HIMPAUDI se-Kabupaten Dharmasraya, dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, proses pembelajaran yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada pengalaman belajar yang bermakna, sehingga mampu mengoptimalkan perkembangan anak dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
