Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dharmas Indonesia menyelenggarakan English Speech Competition pada Jumat, 15 Agustus 2025 di Aula Universitas Dharmas Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa SMA/sederajat untuk mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Inggris secara kompetitif dan edukatif.
Kegiatan yang didampingi oleh Martiya Nurni Khairita, M.Hum. tersebut diikuti oleh peserta perwakilan SMA/sederajat dari Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Merangin. Melalui kompetisi ini, peserta diberi kesempatan untuk menampilkan kemampuan berbicara di depan umum secara percaya diri, kritis, dan komunikatif.
Mendorong Kemampuan Speaking Skill Siswa
Bahasa Inggris memiliki peran penting dalam pendidikan, komunikasi global, teknologi, dan dunia kerja. Karena itu, kemampuan berbicara menjadi salah satu keterampilan yang perlu terus dilatih sejak jenjang sekolah menengah. English Speech Competition dirancang untuk memberikan ruang nyata bagi siswa dalam menyusun naskah pidato, mengembangkan gagasan, dan menyampaikannya secara sistematis di hadapan dewan juri dan penonton.
Selain meningkatkan speaking skill, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat penguasaan kosakata, pronunciation, intonasi, ekspresi, serta keberanian dan kepercayaan diri siswa ketika tampil di depan umum.
Kompetisi Berlangsung dalam Dua Babak
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi ulang dan pengambilan nomor undian tampil, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan panitia dan pendamping, serta penjelasan teknis dan tata tertib lomba.
Kompetisi berlangsung dalam dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. Pada babak penyisihan, seluruh peserta menyampaikan pidato berbahasa Inggris sesuai tema yang telah ditentukan. Dewan juri kemudian melakukan penilaian dan menetapkan peserta terbaik untuk melaju ke babak final.
Pada babak final, peserta terpilih kembali tampil dengan penilaian yang lebih mendalam. Aspek penilaian meliputi content, grammar, pronunciation, fluency and expression, serta confidence. Dukungan guru pendamping dan rekan sekolah membuat suasana kompetisi berlangsung meriah dan sportif.
Belajar Berani Tampil dan Mengelola Rasa Gugup
Partisipasi peserta terlihat dari kesiapan menyusun naskah, kesungguhan berlatih, serta keberanian tampil di atas panggung. Peserta juga menunjukkan sportivitas dengan saling memberikan dukungan antarsekolah selama kompetisi.
Pengalaman tampil di hadapan dewan juri dan penonton memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengelola rasa gugup, meningkatkan kepercayaan diri, dan menerima masukan langsung terkait penampilan mereka. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Inggris dalam kegiatan sekolah maupun kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Memberikan Apresiasi bagi Peserta Terbaik
Setelah seluruh peserta tampil pada babak final, dewan juri melakukan penjurian dan rekapitulasi nilai untuk menentukan pemenang. Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan pemenang dan menyerahkan sertifikat, piala, serta hadiah kepada peserta terbaik. Peserta yang mengikuti kegiatan juga memperoleh sertifikat sebagai bukti keikutsertaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, dewan juri, pendamping kegiatan, dan panitia.
Memperkuat Hubungan Universitas dan Sekolah
English Speech Competition tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerja sama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Dharmas Indonesia dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Dharmasraya, Bungo, dan Merangin.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi program studi untuk mengenalkan lingkungan akademik Universitas Dharmas Indonesia kepada siswa. Bagi sekolah, kompetisi menjadi sarana untuk mengukur dan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris siswa sekaligus memberikan motivasi kepada siswa lain untuk aktif menggunakan bahasa Inggris.
Dampak bagi Pembelajaran Bahasa Inggris
Kegiatan memiliki keterkaitan langsung dengan pembelajaran bahasa Inggris di jenjang SMA, terutama speaking, writing, listening, dan confidence. Peserta menyusun naskah pidato yang memiliki pembukaan, isi, dan penutup yang jelas sebelum menyampaikannya secara lisan.
Kompetisi juga melatih kemampuan berpikir kritis dalam mengembangkan argumen sesuai tema yang diberikan. Peserta memperoleh pengalaman bahwa kemampuan berbicara bahasa Inggris tidak hanya bergantung pada penguasaan kosakata, tetapi juga pada pronunciation, intonation, expression, persiapan, dan kemampuan mengelola rasa gugup.
