UNIVERSITAS DHARMAS INDONESIA (UNDHARI)
Jayalah Undhari - Kampus Unggul Tepercaya & Berasrama

 

Jumat, 15 Februari 2019 pukul 08.00 Wib, dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-8 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNDHARI, BEM FKIP menyelenggarakan Pelatihan (Workshop) Kiat Sukses Berbicara di depan umum (Public Speaking) dengan mengusung tema “Kekuatan Kata” (The Power Of The Word). Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bapak Amar Salahuddin, M.Pd. tampak hadir Wakil Rektor III ibu Dr. Rahmatul Hayati, M.Pd. Wakil Dekan, para Kaprodi, dosen, mahasiswa civitas akademika FKIP UNDHARI yang memadati Auditorium Dara Jingga UNDHARI. Amar menegaskan kegiatan pelatihan berbicara di depan umum sangat penting dan bermanfaat bagi mahasiswa FKIP, tentunya sebagai bekal calon guru, dan berbicara adalah modal guru untuk mengajar di depan kelas. “Kegiatan pelatihan seperti ini mesti selalu diagendakan, dilanjutkan, agar ke depan mahasiswa UNDHARI semua sudah terbiasa, terlatih, dan terampil berbicara didepan umum”. Harap Amar. Pemateri pelatihan Bapak Moh. Rosyid Mahmudi, yang juga menjabat sebagai Dekan FKIP dikenal sebagai motivator hebat menyampaikan, pelatihan ini adalah awalnya saja, pembukaan saja, selanjutnya nanti ke depan akan ada pelatihan lanjutan. Rosyid juga menambahkan pelatihan yang terdiri dari teori dan praktik. Yang terpenting adalah kemauan dan keberanian serta percaya diri dari kita, untuk tampil dan selalu belajar dan berlatih. “Jangan takut tampil dan dicemooh, dikata-katai teman, dan semuanya adalah proses yang harus semangat kita lalui”. Tutup Rosyid. Sementara pada sambutan pembukaan pelatihan ketua panitia pelaksana Dies Natalis FKIP UNDHARI Rika Kumala Sari selaku ketua BEM FKIP mengatakan kegiatan Pelatihan ini merupakan satu rangkaian dari kegiatan Dies Natalis FKIP, selain itu juga ada pertandingan Futsal, bulutangkis, lomba senam, memasak, tarik tambang, kegiatan silaturrahmi keakraban, dan juga bakti sosial. Kegiatan diikuti oleh seluruh civitas akademika FKIP UNDHARI tentunya dengan antusias, semangat, dengan penuh rasa persatuan, kekompakkan, cinta kasih, kebersamaan, dan kekeluargaan. Tegas Rika. STKIP Slalu Dihati, FKIP Mandiri, Jayalah UNDHARI. (UndhariNews)

 

Dharmasraya, Undhari_news -- Bertepatan dies natalis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNDHARI yang ke-8 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP menggelar kegiatan silaturrahmi keakraban "SIKRAB" dan berbagai lomba. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 26 dan 27 Februari 2019 di GOR Dara Jingga, Universitas Dharmas Indonesia. Dr. Rahmatul Hayati, M.Pd, selaku Wakil Rektor III pada sambutannya, menyampaikan kepada Mahasiswa agar selalu menjaga almamater UNDHARI baik di dalam atau pun diluar. "dengan adanya kegiatan SIKRAB ini supaya bisa membangkitkan jiwa kebersamaan, kekompakkan, dan kekeluargaan. Sehingga munculnya solidaritas antar sesama dan memanajerial suatu prinsip yang dijalankan bagi generasi dan menumbuhkan integritas yang tinggi di jiwa setiap generasi muda/ mahasiswa. Selamat berkegiatan dan sukses hingga selesai" tutur Yati”. Kegiatan SIKRAB kali ini dikonsep dan diselenggarakan dengan baik dan menarik. Tampak semua Mahasiswa, dosen dan seluruh civitas akademika FKIP UNDHARI bersemangat mengikuti kegiatan hingga selesai. Pada acara puncak dies natalis FKIP UNDHARI tampak dihadiri ibu pembina Yayasan Amanah Ampang Kuranji (YAAK) ibu Dra. Hj. Elviana, M.Si. “Bangga bisa berbaur dengan civitas akademika FKIP UNDHARI, FKIP fakultas di UNDHARI yang paling favorit dan paling banyak jumlah mahasiswanya, dirgahayu FKIP UNDHARI semoga semakin jaya, besar, hebat menyonsong tahun akademik baru.” Tegas Elviana. Kegiatan puncak yakni pemotongan nasi tumpeng dan kue ulang tahun oleh ibu Pembina YAAK. "Terima kasih kepada panitia, dosen, dan Mahasiswa FKIP UNDHARI yang telah menyukseskan kegiatan ini hingga akhir, Semoga kedepannya kegiatan sikrab dan dies natalis bisa berjalan dengan lancar dan loyalitas serta kedisiplinan dapat terjaga dengan baik" tutup Rika Selaku Gubernur BEM FKIP. (Undhari_News)

 

Undhari_News-- Gempa Magnitudo 5,3 yang mengguncang Kabupaten Solok Selatan tepatnya di Sangir Balai Janggo, Sumatera Barat pada kamis, 27 Februari 2019 Pukul 06.27 Wib yang mengakibatkan 11 orang mengalami luka ringan, 35 mengalami rusak sedang dan empat rumah rusak berat yang dilansir di Padang Kompas. Setelah mendapatkan informasi Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP Undhari langsung mengerahkan anggota untuk menggalang dana dan mengirim 11 Orang anggota menjadi tim relawan; tim reaksi cepat dalam bencana gempa bumi tersebut. "Saya mengapresiasi dan mengizinkan 11 Orang Anggota BEM FKIP yang terdiri dari 9 putra dan 3 putri untuk terjun ke lokasi gempa memberikan bantuan berupa materil dan kegiatan ‘trauma Healing’ untuk anak-anak pasca gempa. Mereka tim yang sudah terlatih dan sudah disiapkan matang sejak terjadi gempa kemarin" ucap Moh. Rosyid Mahmudi, M.Si selaku Dekan FKIP UNDHARI. Menurut Drs, Sumardianto,MM., selaku kepala pelaksana BPBD, "daerah tersebut tidak memiliki potensi gempa sebelumnya, justru potensi bencana biasanya kebakaran hutan dan banjir" ujarnya setelah diwawancarai oleh salah satu anggota BEM FKIP UNDHARI. Selama dua hari di lokasi gempa, BEM FKIP UNDHARI bekerjasama dengan TNI, POLRI, BPBD, TAGANA DEPSOS, dan relawan lainnya untuk mendirikan tenda pengungsi dan membagikan logistik kepada masyarakat. Pada hari terakhir BEM FKIP melaksanakan ‘trauma healing’ untuk anak-anak di sekolah dasar tepatnya SDN 05 Sungai kunyit. selama melaksanakan kegiatan ‘trauma healing’ untuk anak-anak pasca gempa, tampak anak-anak SD riang gembira bernyanyi dan bermain, dengan kegiatan tersebut rasa takutnya hilang. Kemudian, setelah kegiatan tersebut BEM FKIP UNDHARI memberikan bantuan alat tulis kepada siswa. "Selama kami di sini kami sangat banyak dapat pelajaran baik dari TNI, POLRI, BPBD, TAGANA, dan DEPSOS bagaimana cara bergerak cepat, bertindak tepat, dan berpikir cerdas.Mudah-mudahan kedatangan kami dari UNDHARI bisa membawa hal positif bagi masyarakat Solok Selatan khususnya di Balai Janggo dan terima kasih kepada kampus kami Universitas Dharmas Indonesia karna di sini kami belajar semuanya." tutup Heri Yanto Silalahi selaku kordinator tim relawan UNDHARI.(Undhari_News)

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia dan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 2, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) berjumlah 100 orang berkunjung ke Rumah Puisi Taufiq Ismail, Jumat (03/4/19). Rumah puisi Taufiq Ismail yang terletak di Aia Angek Tanah Datar, didirikan oleh Taufiq Ismail tak semata-mata sebagai tempat menyimpan koleksi buku-bukunya. Namun, lebih dari itu, ada keprihatinan terhadap generasi muda, generasi emas Indonesia saat ini yang sangat tidak terbiasa dengan membaca, apalagi sastra. “Berdasarkan hal tersebut dan juga program dari Undhari, mengagendakan kegiatan kunjungan kuliah lapangan dan kunjungan budaya” kata Wakil Rektor 1 Undhari Amar Salahuddin, M.Pd. Amar mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membuka cakrawala dan wawasan mahasiswa tentang sastra dan budaya, dan berharap kegiatan ini dapat melahirkan kegiatan literasi dikampus Undhari dan mendorong mahasiswa Undhari mencintai sastra dan budaya serta optimis berkarya. “Semoga ini menjadi agenda rutin kami dalam menyukseskan kegiatan literasi, dan ini sudah kali ke-3 sejak 2017 kami berkunjung ke Rumah Puisi Taufiq Ismail ini.” Tutup Amar. Manajer Rumah Puisi Tirta Zaini Fransiska menyampaikan apresiasi terhadap kunjungan mahasiswa Undhari. Tirta menyampaikan sejarah berdirinya Rumah Puisi Taufiq Ismail, dan memberikan materi singkat tentang “Menulis Puisi” yang diikuti dengan praktik. Mahasiswa Undhari calon guru Bahasa Indonesia dan calon guru SD ini tampak semangat mengikuti materi dan praktik dari Tirta selaku manajer Rumah Puisi. Tirta pada kesempatan itu juga mendorong dan memotivasi para calon guru dari Undhari untuk menulis dan berkarya. “Mahasiswa calon guru harus optimis untuk melahirkan karya dalam bidang apapun termasuk bidang sastra, dan jangan malu, takut salah, dan karya kita ditertawai atau diejek orang atau teman kita, kita harus berani dan percaya diri untuk menulis dan berkarya, mari menulis” pungkas Tirta. Monalisa Ristiani selaku mahasiswa peserta kuliah lapangan ke Rumah Puisi Taufiq Ismail dan kunjungan budaya ke Bukittinggi menyampaikan kegiatan kunjungan dan kuliah lapangan ini sangat bermanfaat, selain menumbuhkan rasa kencintaan terhadap kebudayaan dan sastra dihati para generasi millenial/ mahasiswa, juga menginsiprasi dan memotivasi mahasiswa untuk melahirkan kegiatan literasi dan menginspirasi serta memotivasi mahasiswa untuk menulis dan berkarya. “Posisi Rumah Puisi Taufiq Ismail yang berada di tengah-tengah tiga gunung: Singgalang, Merapi, Tandikek, sangat indah, sejuk dan tenang serta menginspirasi untuk berkarya, ditambah lagi penjelasan dan materi dari manajer Rumah puisi yang membuka wawasan dan memotivasi untuk menulis dan berkarya, semoga dilain waktu dan kesempatan saya bisa kembali ke sini.” Ucap Mona. (UndhariNews)